Minggu, 24 Juni 2007

MINUMAN KERAS

MINUMAN KERAS SUMBER KEJAHATAN

…oieh : suhadi bd. uin
Sebagaimana biasa pada tiap-tiap Jum’at khotib yang akan membacakan khutbahnya, terlebih dahulu berwasiat untuk selalu meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah SWT., karena memang hanya taqwa sajalah yang sanggup mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat yang disediakan oleh Allah.
Banyak sekali ayat-ayat alqur-an dan hadits-hadits yang diutarakan oleh khotib sebagai bukti bahwa taqwa adalah sumber dari segala kebahagiaan, sehingga kadang-kadang kita merasa jemu mendengar. Mungkin karena demikian kita punya rasa, sehingga tidak sedikit diantara kita yang semakin jauh saja dari Allah SWT. Maka marilah mulai saat ini kita bersama-sama untuk menyadari atas kejadian diri kita masing-masing.
Kita sebagai mahkluk Allah yang diberi akal dan pikiran sekali lagi harus menyadari, bahwa dengan akal dan pikiran manusia dapat berbuat kebaikan dan maju dalam hidup dan kehidupannya. Oleh karena itulah manusia wajib menjaga dan meningkatkannya, karena akal dan pikiran merupakan alat utama manusia.

Sabda Rasululllah saw :

Artinya :
Tiap-tiap sesuatu mempunyai alat dan alat seorang mukmin adalah akalnya. Dan tiap-tiap kaum mempunyai pemimpin dan pemimpin seorang mukmin adalah akalnya. Dan tiap-tiap kaum tujuan dan seorang hamba tergantung pada akalnya.
Sekarang telah jelas bagi kita bahwa baik dan buruk perbuatan manusia seorang ditentukan oleh akal dan pikirannya.

Untuk menangani masalah ini tidak cukup hanya mengandalkan yang berwajib dan para Ulama, orang tua kita pun juga ikut serta.
Kita beri pengarahan-pengarahan yang baik, katakan kepada mereka bahwa pemuda satu-satunya harapan kemajuan agama bangsa dan negara. Mana mungkin untuk masa depan agama, bangsa dan negara akan lebih maju kalau yang diharap semua menjadi teler.

Bahkan menurut agama bermabuk-mabukan itu merupakan dosa besar.
Firman Allah :

Artinya :
Manusia akan bertanya kepadamu hai Muhammad …. Tentang minuman keras dan perjudian, maka katakan keduanya dosa besar.

Sebagai orang yang beriman tentunya telah mengerti bahwa dosa besar tidak hilang dengan begitu saja kalau tidak dengan jalan taubatan nasuha. Iman merupakan nikmat besar dari Allah kita harus pandai-pandai menjaganya, awas jangan sampai lepas hanya karena khamer dan ganja..
Orang yang meminum khamer atau ganja, maka menjadi gelap hati dan pikirannya karena tidak ada lagi penerangan dari cahaya iman. Maka itulah seorang yang dalam keadaan mabuk, tiada segan-segan lagi melakukan segala perbuatan yang keji.
Dalam hal ini kita harus selalu ingat dan menjadikan pelajaran bagi kita kisah tentang dua Malaikat yang namanya Harut dan Marut Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, maka Malaikat bertanya : Ya … Rabbi … apakah akan Tuhan jadikan di bumi orang-orang yang merusak dan menumpahkan darah, padahal kami tetap bertasbih, bertahmid, memuja dan memuji serta mensucikan Engkau.
Jawab Tuhan : Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Malaikat berkata : Kami Ta’at kepadaMu dari pada anak Adam. Maka Allah berfirman kepada para Malaikat : Silahkan kamu pilih dua Malaikat untuk Kami uji bagaimana mereka akan berbuat.
Para Malaiakat berkata : Ya Tuhan ini kedua Malaikat : Harut dan Marut. Maka firman Allah : Baik …, turunlah kamu berdua ke bumi. Seketika itu pula kedua Malaikat tadi dilengkapi nafsu sahwat yang ada pada anak Adam. Pada suatu hari keduanya melihat seorang wanita cantik bernama Zahrah.
Maka kedua Malaikat itu merayunya, tetapi ditolak oleh Zahrah, kecuali keduanya mau menurut persyaratannya, yaitu mengucapkan kalimat-kalimat syirik. Kedua Malaikat itupun bersumpah tidak akan menyekutukan dengan suatu apapun untuk selama-lamanya.
Kemudian Azzarah membawakan pada keduanya anak kecil dan berkata : Jika kamu berdua mau membunuh anak ini, maka saya menurut padamu. Kedua Malaikat itu menjawab masih tetap tidak mau melakukan.
Akhirnya Azzarah membawakan untuk mereka khamer dan berkata : Demi Allah saya tidak akan menuruti keinginanmu berdua, sebelum minum khamer ini. Saat itulah kedua Malaikat mengambilnya sampai mabuk, kemudian berzina pada Azzarah dan membunuh anak tadi.

Bagaimanakah setelah kita mendengar kisah kedua Malaikat tadi? Adakah cerita kejadian itu telah menyentuh hati kita yang sudah mengerti bahwa Malaikat sejak kejadiannya sudah ditanamkan iman oleh Allah. Padahal mereka baru saja diberi nafsu, sangatlah cepat melakukan hal-hal yang menyebabkan terjatuhnya kelembah kehinaan. Apalagi kita sebagai manusia yang sejak kejadiannya sudah dilengkapi dengan nafsu. Maka kalau kita tidak berhati-hati nerakalah tempat kita selama-lamanya.
Imam Ahmad dan Ibnu ‘Adiy meriwayatkan sabdi Nabi saw :
Artinya :
Tiga orang yang tidak akan dapat masuk sorga :
1. Peminum khamer dan ganja yang tidak pernah taubat.
2. Orang yang memutuskan hubungan sanak keluarga.
3. Orang yang mempercayai tukang sihir.
Barang siapa meninggal dunia tetap sebagai peminum, maka akan diberi minum oleh Allah dari air sungai ghutha, yaitu sebuah sungai yang mengalir dari farjinya para wanita pelacur, sungai itu menambah sakitnya penghuni neraka dari sebab baunya yang sangat busuk.
Tidak ada sesuatu yang dapat menghindarkan kita dari perbuatan dosa-dosa besar, kecuali mempunyai iman yang kuat serta kokoh.
Maka itu sekali lagi marilah iman yang ada pada diri kita ini terus kita pupuk dengan mendirikan shalat lima waktu puasa dibulan ramadlon dan ibadat-ibadat sunnat yang lain seperti shalat-shalat dan puasa yang memang disunnatkan, memperbanyak berdzikir dan lain sebagainya.
Jika kita mau demikian, insya Allah iman kita akan menjadi subur dan berakar pada jiwa kita, sehingga tidak gampang jatuh di pelukan dosa-dosa besar.